Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pui

Cerita Pendek:Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan

Ilustrasi foto Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan Aku mencintaimu tanpa pernah mengatakannya. Bukan karena aku takut ditolak, melainkan karena aku terlalu takut kehilangan cara paling suci untuk menyebut namamu: dalam doa . Setiap sepertiga malam, ketika dunia menggulung dirinya dalam gelap dan suara-suara berhenti bernapas, aku bangun perlahan. Aku mengambil air wudu dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena hatiku selalu berdebar saat menyebut namamu dalam sujud. Kau tak pernah tahu. Dan aku berharap, kau tak perlu tahu. — Aku mengenalmu dari keheningan. Dari caramu menunduk terlalu lama setelah shalat. Dari caramu menolak bicara tentang cinta, seolah kata itu bisa mencederai imanmu sendiri. “Cinta itu ujian,” katamu suatu malam. “Ujian yang bagaimana?” tanyaku. “Yang paling berbahaya adalah cinta yang diucapkan, tapi tak siap dipertanggungjawabkan.” Aku diam. Karena aku memilih cinta yang tidak diucapkan sama sekali.   Aku menyembunyikan namamu di antara tasbih d...

Puisi:Kau Pergi, Tapi Namamu Masih Menetap di sini

Puisi:Kau Pergi, Tapi Namamu Masih Menetap di sini freepik.com   Kau pernah datang dengan senyum sederhana, membawa hangat yang tak mampu dilawan oleh dinginnya malam. Aku menaruh percaya, menaruh cinta, di sela detik yang perlahan berubah jadi harapan. Namun kini, langkahmu menjauh. Suaramu hanya gema yang tersisa di sudut ingatan. Aku menatap jalan yang pernah kita lalui, dan setiap bayanganmu masih menempel di dinding hatiku. Kau pergi, tapi namamu tak pernah ikut bersama langkahmu. Ia tertinggal di dadaku, berdenyut bersama setiap helaan napas, menjadi luka yang indah, sekaligus doa yang tak selesai. Jika suatu hari kau kembali membaca mataku, kau akan tahu, aku masih menyebut namamu meski hanya dalam diam yang bergetar.