Ilustrasi foto Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan Aku mencintaimu tanpa pernah mengatakannya. Bukan karena aku takut ditolak, melainkan karena aku terlalu takut kehilangan cara paling suci untuk menyebut namamu: dalam doa . Setiap sepertiga malam, ketika dunia menggulung dirinya dalam gelap dan suara-suara berhenti bernapas, aku bangun perlahan. Aku mengambil air wudu dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena hatiku selalu berdebar saat menyebut namamu dalam sujud. Kau tak pernah tahu. Dan aku berharap, kau tak perlu tahu. — Aku mengenalmu dari keheningan. Dari caramu menunduk terlalu lama setelah shalat. Dari caramu menolak bicara tentang cinta, seolah kata itu bisa mencederai imanmu sendiri. “Cinta itu ujian,” katamu suatu malam. “Ujian yang bagaimana?” tanyaku. “Yang paling berbahaya adalah cinta yang diucapkan, tapi tak siap dipertanggungjawabkan.” Aku diam. Karena aku memilih cinta yang tidak diucapkan sama sekali. Aku menyembunyikan namamu di antara tasbih d...
untukmu_Gadis Berkerudung Hitam ilustrasi foto chatgpt.com Di tepian kayu gunung itu aku melihatmu duduk dalam diam yang anggun, kerudung hitam memeluk kepalamu seperti malam yang setia menjaga bintang. Angin menyisir ujung kainmu pelan, seakan takut mengganggu ketenangan yang kau simpan di dada. Wajahmu manis, bukan karena senyum semata, melainkan karena caramu menunduk seolah dunia terlalu gaduh untuk ditatap terlalu lama. Matamu memandang jauh ke lembah, namun aku tahu, ada rindu yang lebih dalam dari jurang mana pun. Kayu tempatmu duduk berderit pelan, menjadi saksi bisu bahwa kesendirian kadang begitu indah jika ditemani doa dan harapan. Gunung berdiri kokoh di belakangmu, namun kau tak kalah kuat— dengan lembutmu, kau mengajarkan arti keteguhan. Aku ingin duduk di sampingmu, tanpa kata, tanpa janji berlebihan. Biarlah hening menjadi bahasa kita, biarlah alam menerjemahkan perasaan yang tak berani kuucapkan. Sebab mencintaimu tak harus selalu gaduh oleh pengakuan, cuku...