untukmu_Gadis Berkerudung Hitam

untukmu_Gadis Berkerudung Hitam 
ilustrasi foto chatgpt.com

 

Di tepian kayu gunung itu
aku melihatmu duduk dalam diam yang anggun,
kerudung hitam memeluk kepalamu
seperti malam yang setia menjaga bintang.
Angin menyisir ujung kainmu pelan,
seakan takut mengganggu ketenangan
yang kau simpan di dada.

Wajahmu manis, bukan karena senyum semata,
melainkan karena caramu menunduk
seolah dunia terlalu gaduh
untuk ditatap terlalu lama.
Matamu memandang jauh ke lembah,
namun aku tahu,
ada rindu yang lebih dalam
dari jurang mana pun.

Kayu tempatmu duduk berderit pelan,
menjadi saksi bisu
bahwa kesendirian kadang begitu indah
jika ditemani doa dan harapan.
Gunung berdiri kokoh di belakangmu,
namun kau tak kalah kuat—
dengan lembutmu,
kau mengajarkan arti keteguhan.

Aku ingin duduk di sampingmu,
tanpa kata, tanpa janji berlebihan.
Biarlah hening menjadi bahasa kita,
biarlah alam menerjemahkan perasaan
yang tak berani kuucapkan.
Sebab mencintaimu
tak harus selalu gaduh oleh pengakuan,
cukup dengan hadir
dan saling menjaga jarak dari luka.

Gadis manis berkerudung hitam,
jika suatu hari kau bangkit dari tepian itu
dan melangkah pergi,
izinkan aku tetap di sini—
menjaga kenangan tentangmu
seperti gunung menjaga langitnya.
Diam, setia,
dan tak pernah meminta lebih
selain kesempatan untuk mengingatmu
dalam doa yang paling pelan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Pendek:Segitiga Mematikan

Puisi:Kenangan di Tepi Meja

Cerita Pendek:Lonceng Akhir