Di Balik Mimbar, Aku Kehilangan Kamu
Ilustrasi foto Di Balik Mimbar, Aku Kehilangan Kamu di ambil dari media AI Untuk mengilustrasikan cerita pendek Aku mengenalmu pertama kali bukan sebagai kekasih, melainkan sebagai suara yang berdiri tegak di atas mimbar kayu, menantang malam dengan pidato tentang perubahan. Lampu-lampu aula memantulkan bayangmu—tegas, rapi, penuh keyakinan. Dan entah mengapa, sejak saat itu, aku tahu: politik akan mencintaimu lebih kejam daripada aku. Kamu turun dari panggung dengan senyum yang dipelihara baik-baik. Aku menyambutmu dengan tepuk tangan paling jujur, sementara di sudut ruangan, dia berdiri— perempuan dengan jas gelap, mata tajam, dan senyum yang tahu caranya menang. Namanya sering disebut dalam rapat-rapat tertutup, bisikannya lebih berbahaya dari teriakan demonstran. “Dia cuma rekan,” katamu suatu malam. Aku mengangguk, meski hatiku tidak. “Jika cinta adalah pemilu, aku kalah sebelum penghitungan suara, karena namamu sudah lebih dulu dipilih oleh ambisi.” Kita sering bertemu diam-...