Ilustrasi foto Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan Aku mencintaimu tanpa pernah mengatakannya. Bukan karena aku takut ditolak, melainkan karena aku terlalu takut kehilangan cara paling suci untuk menyebut namamu: dalam doa . Setiap sepertiga malam, ketika dunia menggulung dirinya dalam gelap dan suara-suara berhenti bernapas, aku bangun perlahan. Aku mengambil air wudu dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena hatiku selalu berdebar saat menyebut namamu dalam sujud. Kau tak pernah tahu. Dan aku berharap, kau tak perlu tahu. — Aku mengenalmu dari keheningan. Dari caramu menunduk terlalu lama setelah shalat. Dari caramu menolak bicara tentang cinta, seolah kata itu bisa mencederai imanmu sendiri. “Cinta itu ujian,” katamu suatu malam. “Ujian yang bagaimana?” tanyaku. “Yang paling berbahaya adalah cinta yang diucapkan, tapi tak siap dipertanggungjawabkan.” Aku diam. Karena aku memilih cinta yang tidak diucapkan sama sekali. Aku menyembunyikan namamu di antara tasbih d...

Puisi:Cinta yang Kutabur, Hanya Menjadi Luka di Pelukanmu
pngtree.com

pngtree.com
Aku pernah menanam cinta di matamu,
dengan harapan ia tumbuh menjadi taman bahagia.
Setiap senyumku, setiap pelukanku,
adalah benih yang kutabur dengan sepenuh jiwa.
Namun yang lahir bukan bunga,
melainkan duri yang melukai tanganku sendiri.
Kau genggam hatiku seolah merawatnya,
padahal diam-diam kau sisipkan luka di antara jemari kita.
Aku mencintaimu dengan sepenuh keyakinan,
tapi cintaku hanya menjadi air mata
yang mengalir di pelukanmu,
pelukan yang tak lagi hangat,
pelukan yang hanya menyisakan perih.
Kini aku tahu,
tak semua yang kita tanam akan berbunga.
Ada yang layu,
ada yang berubah jadi luka,
meski ditumbuhkan dengan cinta paling tulus.
Komentar
Posting Komentar