Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label romantis

“Ketukan di Jendela, Doa di Dua Langit”

Ilustrsi foto_“Ketukan di Jendela, Doa di Dua Langit”   Setiap malam, tepat pukul dua belas lewat tujuh menit, ada yang mengetuk jendela kamarku. Ketukan pelan, ritmis, seperti seseorang yang menghafal nada rahasia yang hanya dimengerti olehku—atau mungkin oleh hatiku. Dan anehnya, setiap kali ketukan itu terdengar, kau selalu hilang dari rumah. Aku duduk di ruang tamu malam itu, lampu sengaja kupadamkan agar suara-suara malam masuk tanpa filter. Kau berdiri di depan pintu, memakai jaket hitammu yang sudah usang, yang menurutmu membawa keberuntungan. “Aku keluar sebentar,” katamu. “Akan lama?” tanyaku. “Kau tahu jawabannya,” balasmu pelan. Aku menahannya. “Kau selalu pergi ketika jam menunjukkan angka yang sama. Kau selalu pergi ketika ketukan itu datang.” Kau menatapku lama. “Kau takut?” Aku menggeleng. “Aku rindu.” Kau tersenyum kecil—senyum yang dulu membuatku percaya bahwa cinta beda agama bisa diperjuangkan, bahwa dua keyakinan yang berbeda tetap bisa bertemu di satu ...

Cerita Pendek:Di Antara Dua Hati

Ilustrasi foto Cerita Pendek:Di Antara Dua Hati ( https://pixabay.com/id/illustrations/gadis-bermimpi-mimpi-melamun-sedih-7356696/) Aku duduk di tepi jendela kafe kecil yang sering kita kunjungi. Aroma kopi memenuhi udara, mengingatkanku pada perbincangan kita yang dulu penuh canda tawa. Sekarang, kafe ini menjadi saksi bisu atas kebingungan dan kekacauan yang melanda hatiku. Di sinilah tempat aku pertama kali menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda di antara kita, sesuatu yang lebih dalam dari sekadar persahabatan. Aku selalu berpikir bahwa aku mengenalmu luar dalam, namun ternyata tidak. Kau menyimpan rahasia yang akhirnya membuatku terjebak dalam cinta segitiga yang tak pernah kuinginkan. Kita sering bertemu, berdua saja. Saat itu, aku merasa aman. Dunia serasa menyempit hanya untuk kita. Namun, seiring waktu, perasaan itu berubah. Bukan karena aku ingin, tapi karena kehadiran orang ketiga—dia, seseorang yang datang tanpa aku duga, yang merenggut sebagian dari duniamu yang dulu...

CERITA PENDEK:CINTA TAK TERBALAS

  Ilusi foto CERITA PENDEK:CINTA TAK TERBALAS ( https://pixabay.com/id/photos/pantai-matahari-terbenam-wanita-7714610/ ) Matahari tenggelam di balik cakrawala, memancarkan warna jingga yang lembut, sementara aku duduk di tepi danau tempat kita sering bertemu. Aku menunggu, seperti biasa. Selalu menunggu. Angin sore mengibaskan rambutku, memberikan sentuhan dingin di pipiku yang mulai memerah oleh perasaan yang tak lagi dapat kutahan. Aku tahu aku harus mengatakan semuanya hari ini, atau aku akan kehilangan kesempatan itu selamanya. Kau adalah sosok yang selalu kupuja dalam diam. Sejak kita bertemu beberapa tahun lalu, perasaanku tumbuh begitu dalam dan tak bisa lagi kubendung. Namun, seiring berjalannya waktu, aku semakin menyadari bahwa tidak ada kepastian dalam hubungan kita. Kau sering datang dan pergi, dengan senyuman yang manis, kata-kata yang membuatku merasa istimewa, namun kemudian menghilang dalam kesibukan dunia yang tidak pernah kujamah. Aku hanyalah seorang gadis b...