Postingan

Menampilkan postingan dengan label translite

Namamu Terucap Saat Darahku Mengering

Gambar
Ilustrasi foto Namamu Terucap Saat Darahku Mengering  https://www.liputan6.com/health/read/798847/cara-hadirkan-suasana-romantis-saat-hujan#google_vignette Aku selalu percaya cinta adalah doa yang diam-diam didengar Tuhan. Namun malam itu, cinta menjelma menjadi pengakuan paling kejam—dibacakan bukan oleh bibir, melainkan oleh darah. Kau datang ke hidupku seperti senja yang tak pernah kuundang, tapi selalu kutunggu. Matamu menatapku dengan cara yang membuatku lupa cara pulang. Aku mencintaimu tanpa rencana, tanpa syarat, tanpa janji. Dan mungkin, itulah awal dari kehancuran kami. “Aku mencintaimu,” katamu suatu sore, di bangku kayu taman kota yang catnya mengelupas. Aku diam. Bukan karena tak merasa apa-apa, tapi karena perasaan itu terlalu besar untuk dikeluarkan sembarangan. “Jangan katakan itu,” jawabku akhirnya. “Kau sudah bertunangan.” Kau tersenyum getir. “Cinta tidak pernah peduli pada status.” Aku tahu siapa yang kau maksud. Dia —perempuan yang namanya selalu kau sebut...

Aku Menyebut Namamu di Malam Lailatul Qadar

Gambar
  Ilustrasi foto Aku Menyebut Namamu di Malam Lailatul Qadar https://sediksi.com/gaya-foto-di-pantai-bersama-pasangan-hijab/ Aku menulis kisah ini bukan untuk mengabarkan kemenangan, melainkan untuk mengakui kekalahan yang paling sunyi: kalah oleh perasaan sendiri. Malam itu, malam yang konon lebih baik dari seribu bulan, aku berdiri di antara dua nama—dan tak satu pun mampu kusebut tanpa gemetar. Masjid tua di ujung kampung menjadi saksi. Dindingnya kusam, karpetnya menyimpan aroma debu dan doa-doa lama. Lampu-lampu temaram menggantung seperti bintang yang kelelahan, berpendar kuning, mengantarkan langkah-langkah kami ke dalam keheningan. Di luar, angin berembus perlahan, membawa sisa-sisa hujan sore, seolah semesta ikut menahan napas menunggu keputusan. Aku datang lebih awal. Sejak sore, hatiku tak tenang. Ada desakan aneh yang memintaku untuk mengosongkan diri, tapi justru kepalaku dipenuhi satu nama—namamu. Aku menyebutnya berulang-ulang dalam batin, bukan sebagai mantra, ...