Cerita Pendek:HUJAN MERAH DI ANTARA KITA
Cerita Pendek:HUJAN MERAH DI ANTARA KITA Ilustrasi Gambar Trotoar.id “Jika cinta adalah pisau, maka aku telah memegangnya dari sisi yang salah.” Hujan turun malam itu, deras dan tak berbelas. Aku berdiri di balik jendela, menatap bayanganmu yang memudar di kaca. Sejak kau datang membawa namanya dalam setiap senyum, aku tahu hatiku tak lagi menjadi tempatmu pulang. Namamu: Kau . Nama cinta yang kusimpan rapat-rapat. Namun kau datang bersama seseorang— Reno , sahabatku sejak kecil. Dan entah bagaimana, cinta yang seharusnya sederhana berubah menjadi simpul berduri. “Aku…” suaramu bergetar saat itu, “Aku harus jujur. Aku menyukai kalian berdua.” Kau menunduk. Reno menatapmu lama, lalu menatapku. “Aku sudah menduga,” katanya dingin. “Kau memang suka memainkan hati.” Aku ingin membelamu, ingin berkata bahwa kau hanya bingung. Tapi kata-kata itu tertahan. Ada sesuatu di matamu—ketakutan, penyesalan, sekaligus kerinduan—yang tidak lagi bisa kuartikan. Aku hanya mampu berbisik pelan, “J...