Jumat, 31 Juli 2026

Puisi;Kerinduan yang Tak Pernah Usai

 


Kerinduan 
adalah hujan yang tak pernah benar-benar reda,
ia turun perlahan di setiap sudut dadaku,
membasahi kenangan yang pernah kau tanam
dengan senyum sederhana dan tatapan
 yang membuat waktu lupa berjalan.

Sejak kau pergi,
langit kehilangan warna birunya,
sementara senja hanya menjadi pengingat
bahwa ada seseorang yang pernah
mengajarkan arti pulang,
namun memilih menjauh
 tanpa sempat meninggalkan kepastian.

Aku masih menyimpan namamu
di sela-sela doa yang kupanjatkan setiap malam.
Kubiarkan ia mengalir bersama air mata
yang diam-diam jatuh ketika dunia sedang tertidur.
Barangkali Tuhan sedang mengajarkan
bahwa mencintai tak selalu berarti memiliki,
dan merindukan tak selalu berakhir dengan
 pertemuan.

Aku merindukan suaramu
yang dulu mampu menenangkan
badai dalam pikiranku.
Aku merindukan langkahmu
yang selalu terdengar seperti irama paling
indah di telingaku.
Bahkan bayanganmu masih setia datang,
mengisi ruang-ruang kosong yang tak mampu
disentuh siapa pun.

Andai angin dapat membawa pesan,
akan kutitipkan seluruh rinduku padanya.
Biarlah ia mengetuk jendelamu saat malam tiba,
membisikkan bahwa di tempat yang jauh ini
ada seseorang yang masih memeluk kenanganmu
dengan kesetiaan yang tak pernah meminta balasan.

Jika suatu hari semesta mempertemukan kita kembali,
aku tak akan bertanya mengapa kau pergi.
Aku hanya ingin menatap matamu sekali lagi,
lalu mengucapkan bahwa rinduku tak pernah berubah,
meski musim berganti berkali-kali
dan waktu telah mengajarkan banyak cara untuk mengikhlaskan.

Sebab cinta yang tulus
tak selalu diukur dari seberapa lama kita bersama,
melainkan dari seberapa sabar hati ini
menjaga namamu tetap hidup di antara 
ribuan detak yang terus berdentang.
Dan selama napasku masih setia menemani langkahku,
kerinduan ini akan tetap menjadi puisi paling panjang,
yang kutulis di langit malam,
di antara bintang-bintang yang menjadi saksi
bahwa aku pernah mencintaimu sedalam lautan,
dan akan terus merindukanmu
hingga doa terakhirku kembali menemukan namamu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi;Kerinduan yang Tak Pernah Usai

  Kerinduan  adalah hujan yang tak pernah benar-benar reda, ia turun perlahan di setiap sudut dadaku, membasahi kenangan yang pernah kau tan...