Di Antara Doa yang Tak Pernah Disebutkan
Ilustrasi foto Di Antara Doa yang Tak Pernah Disebutkan Malam selalu punya cara sendiri untuk membuka rahasia. Terutama malam ketika masjid sunyi, lampu diredupkan, dan manusia berdiri menghadap Tuhan dengan luka yang tak sempat diceritakan. Aku berdiri di saf ketiga, sajadahku sudah basah sebelum takbir pertama dikumandangkan. Bukan karena air wudu, tapi karena dadaku terlalu penuh. Malam itu adalah malam qiyamul lail ke tujuh di bulan Ramadhan, dan aku tahu—doaku malam ini bukan hanya tentang dosa, tapi tentang cinta yang terjepit di antara iman dan perasaan. Namanya Alya . Ia berdiri di saf perempuan, dibatasi hijab hijab panjang dan tembok tipis masjid. Tapi aku mengenalnya dari suaranya. Doanya selalu lirih, seolah takut didengar manusia, tapi ingin didengar langit. Dan satu hal yang membuat dadaku semakin sesak: Alya bukan hanya milikku untuk didoakan. Ia juga didoakan oleh sahabatku sendiri— Rizal . Imam mengangkat tangan. “Allahu Akbar.” Aku ikut mengangkat tangan, ta...