Cerita Pendek: Aku Mencintaimu di Saat yang Salah
Foto Cerita PIlustrasi endek: Aku Mencintaimu di Saat yang Salah Aku menuliskan kisah ini bukan untuk mencari simpati, melainkan agar ingatanku punya tempat beristirahat. Karena cinta yang kupendam terlalu lama berubah menjadi luka yang tak tahu cara sembuh. Dan namamu—selalu muncul di antara doa dan penyesalan. Aku mengenalmu pada malam yang dingin, ketika hujan turun seperti ingin menghapus kota. Kamu berdiri di bawah lampu jalan, wajahmu setengah cahaya, setengah gelap. Sejak saat itu aku tahu, mencintaimu akan membuatku akrab dengan kehilangan. “Kamu percaya cinta bisa menyelamatkan seseorang?” tanyamu saat pertama kali kami berbincang. Aku menggeleng pelan. “Aku percaya cinta hanya mengajarkan cara bertahan.” Kamu tersenyum getir. “Berarti kita sama-sama sudah lelah.” Aku jatuh cinta bukan karena kamu sempurna, tapi karena kamu retak—dan retakan itu memantulkan diriku sendiri. Aku mencintaimu dalam diam, dalam tatapan panjang, dalam kalimat-kal...