Kamis, 07 Mei 2026

Di Antara Dua Cinta, Satu Nyawa

Di Antara Dua Cinta, Satu Nyawa
https://id.pngtree.com/free-backgrounds-photos/bunga-layu-pictures


Aku mencintaimu dengan keyakinan yang sederhana: bahwa kesetiaan akan menemukan jalannya sendiri. Aku lupa bahwa manusia tidak selalu sekuat keyakinannya. Kau membuktikannya dengan ragu yang kau rawat diam-diam.

Kau memiliki masa lalu yang belum selesai. Aku adalah masa kini yang terlalu percaya. Dan di antara kami, kau berdiri tanpa keputusan, berharap waktu akan memilihkanmu jalan keluar.

“Kita bertemu bertiga saja,” katamu suatu malam. Aku tahu, itu bukan penyelesaian. Itu pengakuan bahwa sesuatu telah rusak.

Rumah tua di pinggir kota menjadi tempat terakhir kejujuran diuji. Dia datang dengan tatapan penuh kehilangan. Aku datang dengan harapan yang mulai retak. Kau datang dengan kebingungan yang kau sebut cinta.

Ketika kau berkata mencintai kami berdua, aku tahu tak ada lagi yang bisa diselamatkan. Cinta yang dibagi bukan keadilan, melainkan penundaan luka.

Pisau itu muncul begitu saja. Aku bereaksi tanpa berpikir. Tanganku hanya ingin menghentikan segalanya. Namun cinta yang panik tak pernah mengenal arah.

Pisau itu menancap di dadamu.

Kau jatuh, dan aku melihat seluruh hidupku runtuh bersamamu. Darahmu mengalir, dan untuk pertama kalinya aku benar-benar mengerti bahwa tragedi tidak selalu lahir dari niat jahat.

“Jangan salahkan cinta,” bisikmu sebelum napasmu habis. “Aku yang tak berani memilih.”

Kini aku hidup membawa kenangan sebagai hukuman yang tak pernah selesai. Dan cinta, bagiku, adalah peristiwa yang selalu menuntut keberanian—atau korban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Di Antara Dua Cinta, Satu Nyawa

Di Antara Dua Cinta, Satu Nyawa https://id.pngtree.com/free-backgrounds-photos/bunga-layu-pictures Aku mencintaimu dengan keyakinan yang sed...