Aku Menunggumu di Hujan, Tapi Kau Datang dengan Nama Perempuan Lain
Aku Menunggumu di Hujan, Tapi Kau Datang dengan Nama Perempuan Lain https://www.shutterstock.com/id/search/couple-in-love-dark-background Hujan turun tanpa aba-aba, seperti perasaan yang selama ini kutahan diam-diam. Langit menggelap lebih cepat dari biasanya, dan jalanan di depanku memantulkan cahaya lampu seperti kenangan yang tak mau padam. Aku berdiri di bawah kanopi halte tua, memeluk tas kecil berisi payung yang sengaja tak kubuka. Aku ingin basah. Aku ingin hujan ikut merasakan apa yang sedang kupikul. Kau berjanji datang sebelum magrib. Kau bilang hanya sebentar, hanya ingin memastikan aku baik-baik saja. Kalimat itu terdengar sederhana, tapi dari sanalah aku kembali berharap—hal paling berbahaya yang bisa dilakukan oleh seseorang yang pernah kau tinggalkan. Aku menunggumu. Setiap tetes hujan yang jatuh adalah detik yang berjalan lambat. Aku menghafal pola air yang mengalir di aspal, seolah dengan begitu aku bisa mengalihkan pikiranku dari wajahmu. Tapi sia-sia. Kau selal...