Ilustrasi foto Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan Aku mencintaimu tanpa pernah mengatakannya. Bukan karena aku takut ditolak, melainkan karena aku terlalu takut kehilangan cara paling suci untuk menyebut namamu: dalam doa . Setiap sepertiga malam, ketika dunia menggulung dirinya dalam gelap dan suara-suara berhenti bernapas, aku bangun perlahan. Aku mengambil air wudu dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena hatiku selalu berdebar saat menyebut namamu dalam sujud. Kau tak pernah tahu. Dan aku berharap, kau tak perlu tahu. — Aku mengenalmu dari keheningan. Dari caramu menunduk terlalu lama setelah shalat. Dari caramu menolak bicara tentang cinta, seolah kata itu bisa mencederai imanmu sendiri. “Cinta itu ujian,” katamu suatu malam. “Ujian yang bagaimana?” tanyaku. “Yang paling berbahaya adalah cinta yang diucapkan, tapi tak siap dipertanggungjawabkan.” Aku diam. Karena aku memilih cinta yang tidak diucapkan sama sekali. Aku menyembunyikan namamu di antara tasbih d...

ilustrasi Foto Puisi Romntis:Dalam Senyap Penantian
https://pixabay.com/id/photos/gadis-kesepian-matahari-terbenam-5560212/
Di bawah langit senja yang perlahan redup,
kutemukan lagi warna jingga yang menelusup
di sela-sela daun gugur dan angin yang letih.
Setiap lembarnya seakan menyebut namamu—kamu,
yang entah di mana, entah dengan siapa kini berdiri.
Aku duduk di antara bayang dan harap,
menghitung waktu dengan denyut rindu yang tak henti.
Kupikir waktu akan membuatku lupa,
tapi nyatanya setiap detik justru menoreh lebih dalam.
Cintamu belum datang, namun rinduku tak pernah absen.
Penantian ini bukan sekadar waktu yang berlalu,
tapi jiwa yang bertahan di dalam kesunyian,
menyimpan sejuta harap pada yang mungkin tak pernah datang.
Namun tetap saja kutunggu, seperti laut menanti hujan,
seperti malam merindukan pendar bulan.
Kamu—satu kata yang terus terpatri dalam doaku,
meski langit berganti warna, dan dunia terus berlari.
Dalam setiap langkah, bayangmu menjelma
menjadi luka yang lembut, indah namun mengiris.
Dan saat jingga kembali melukis langit senja,
aku masih di sini,
menyulam harapan di antara rerintik sepi,
memanggil namamu dalam diam yang panjang—
cinta yang tak pernah tiba,
namun tetap kutunggu tanpa lelah.
puisi ini saya dedifikasikan untuk dia yang ada dalam setiap langka,namun tak ada dalam kehidupan nyata.
Komentar
Posting Komentar