Ilustrasi foto Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan Aku mencintaimu tanpa pernah mengatakannya. Bukan karena aku takut ditolak, melainkan karena aku terlalu takut kehilangan cara paling suci untuk menyebut namamu: dalam doa . Setiap sepertiga malam, ketika dunia menggulung dirinya dalam gelap dan suara-suara berhenti bernapas, aku bangun perlahan. Aku mengambil air wudu dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena hatiku selalu berdebar saat menyebut namamu dalam sujud. Kau tak pernah tahu. Dan aku berharap, kau tak perlu tahu. — Aku mengenalmu dari keheningan. Dari caramu menunduk terlalu lama setelah shalat. Dari caramu menolak bicara tentang cinta, seolah kata itu bisa mencederai imanmu sendiri. “Cinta itu ujian,” katamu suatu malam. “Ujian yang bagaimana?” tanyaku. “Yang paling berbahaya adalah cinta yang diucapkan, tapi tak siap dipertanggungjawabkan.” Aku diam. Karena aku memilih cinta yang tidak diucapkan sama sekali. Aku menyembunyikan namamu di antara tasbih d...
![]() |
| Puisi Romantis:Kau Dilahirkan untuk Kucintai photo by https://www.google.com/search?q=wanita+berhijab+cantik+hitam |
Pada bulan Mei,
ketika hujan menggoda daun muda dan matahari mencumbu pagi,
kau lahir—diam-diam alam bersorak,
seolah semesta tahu,
ada jiwa lembut yang akan tumbuh jadi puisi.
Aku tak tahu persis bagaimana dunia sebelum kau hadir,
tapi sejak mengenalmu,
waktu serasa bersyair,
dan hariku menari dalam wangi namamu.
Hari ini ulang tahunmu,
dan aku ingin mengucapkannya bukan sekadar lewat kata—
tapi lewat getar jantung yang tak pernah berdusta
sejak pertama kau hadir dalam hidupku
bagai musim semi dalam dada yang lama beku.
Selamat ulang tahun, kekasihku,
dengan setiap hela napas yang kusematkan dalam doa,
aku merayakanmu—
bukan hanya karena usiamu bertambah,
tapi karena dunia kembali disirami cahaya lembut matamu.
Kau adalah alasan kenapa aku menunggu bulan Mei
bukan karena bunga mekar,
tapi karena kau—
bunga itu sendiri,
yang mekar dalam setiap kalimat rindu yang tak sempat kukatakan.
Hari ini,
aku ingin mengganti kue ulang tahunmu dengan kecupan di kening,
menggantikan lilin dengan hangat genggaman tangan kita
yang tak pernah lelah menyalakan harapan.
Kau adalah hari istimewa yang berjalan di antara hari-hari biasa.
Dan untukmu, aku bersedia menjadi hujan
yang turun pelan-pelan ke dadamu,
membisikkan bahwa kau layak dicintai
dengan cara paling manusiawi,
paling tulus,
paling tak bisa dijelaskan dengan logika.
Ulang tahunmu adalah puisi yang ditulis langit,
dengan tinta rindu dan pena waktu.
Dan aku,
adalah pembaca setiamu,
yang akan selalu mengeja namamu dengan mata berbinar,
dan mencintaimu dalam diam yang penuh gema.
Selamat ulang tahun, cintaku di bulan Mei—
Semoga setiap detik dalam hidupmu
dipeluk bahagia
seperti aku memelukmu dalam kata-kata ini.

Komentar
Posting Komentar