Cerita Pendek “Di Antara Kita, Ada Darah yang Jatuh”
Cerita Pendek “Di Antara Kita, Ada Darah yang Jatuh” Angin malam mengusap lembut kulitku ketika aku menatapmu dari jarak beberapa langkah. Kau berdiri di pinggir danau kecil itu—tempat di mana semua cerita kita dulu dimulai. Wajahmu tampak pucat diterpa rembulan, dan entah mengapa, malam ini tatapanmu tak lagi meneduhkan. Ada sesuatu yang bersembunyi di baliknya… sesuatu yang tak pernah berhasil kau akui. “Aku datang,” kataku pelan. Kau menoleh, dan suara napasmu terdengar retak. “Terima kasih… Aku pikir kamu tidak akan mau bertemu lagi.” Aku mendekat, tapi tidak terlalu dekat. Ada jarak panjang yang tak terlihat di antara kita. Jarak yang dibangun oleh seseorang yang sama-sama kita kenal—dia yang pernah merusak semuanya. “Bukan aku yang menghilang,” bisikku. “Kau yang memilih pergi bersama dia.” Kau menunduk. “Aku tahu, dan aku salah. Tapi tolong dengarkan aku dulu.” Sebelum kau sempat melanjutkan, bayangannya muncul dari kegelapan. Wajahnya—wajah yang dulu kuanggap saha...