Ilustrasi foto Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan Aku mencintaimu tanpa pernah mengatakannya. Bukan karena aku takut ditolak, melainkan karena aku terlalu takut kehilangan cara paling suci untuk menyebut namamu: dalam doa . Setiap sepertiga malam, ketika dunia menggulung dirinya dalam gelap dan suara-suara berhenti bernapas, aku bangun perlahan. Aku mengambil air wudu dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena hatiku selalu berdebar saat menyebut namamu dalam sujud. Kau tak pernah tahu. Dan aku berharap, kau tak perlu tahu. — Aku mengenalmu dari keheningan. Dari caramu menunduk terlalu lama setelah shalat. Dari caramu menolak bicara tentang cinta, seolah kata itu bisa mencederai imanmu sendiri. “Cinta itu ujian,” katamu suatu malam. “Ujian yang bagaimana?” tanyaku. “Yang paling berbahaya adalah cinta yang diucapkan, tapi tak siap dipertanggungjawabkan.” Aku diam. Karena aku memilih cinta yang tidak diucapkan sama sekali. Aku menyembunyikan namamu di antara tasbih d...
September yang Tercabik ilusi foto puisi september yang tercabik https://pixabay.com/id/photos/penari-tarian-pasir-pantai-menari-5576002/ Di ambang September yang temaram, Bulan memancar sinar kesepian, Terlukis pada langit yang muram, Hati ini terasa perih dalam diam. Angin malam menyusup hampa, Membawa rindu yang tak berbalas, Seperti daun yang gugur tanpa suara, Jatuh, terpisah, hilang, dan tak terbatas. Kenanganmu datang mengusik malam, Seperti hujan yang tiba-tiba deras, Menyelimuti jiwa dengan kesedihan kelam, Meninggalkan luka yang tak pernah terbebas. Kau yang pernah menjadi pelabuhan, Kini hanya bayang yang tak terjangkau, Seperti mimpi yang usang dan terlupakan, Tinggalkan jejak luka di setiap langkah ini. September, bulan cinta yang terkoyak, Menyisakan air mata di setiap sudut, Semua janji yang dulu ter...