Ilustrasi foto Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan Aku mencintaimu tanpa pernah mengatakannya. Bukan karena aku takut ditolak, melainkan karena aku terlalu takut kehilangan cara paling suci untuk menyebut namamu: dalam doa . Setiap sepertiga malam, ketika dunia menggulung dirinya dalam gelap dan suara-suara berhenti bernapas, aku bangun perlahan. Aku mengambil air wudu dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena hatiku selalu berdebar saat menyebut namamu dalam sujud. Kau tak pernah tahu. Dan aku berharap, kau tak perlu tahu. — Aku mengenalmu dari keheningan. Dari caramu menunduk terlalu lama setelah shalat. Dari caramu menolak bicara tentang cinta, seolah kata itu bisa mencederai imanmu sendiri. “Cinta itu ujian,” katamu suatu malam. “Ujian yang bagaimana?” tanyaku. “Yang paling berbahaya adalah cinta yang diucapkan, tapi tak siap dipertanggungjawabkan.” Aku diam. Karena aku memilih cinta yang tidak diucapkan sama sekali. Aku menyembunyikan namamu di antara tasbih d...
Ilusi gambar kumpulan puisi romantis (https://pixabay.com/id/vectors/patah-hati-sedih-depresi-jantung-7182718/) Keping Hati yang Terkoyak Dalam hening malam yang pekat, Aku menyulam kenangan dari sisa-sisa perasaan, Merajut mimpi yang pernah kita anyam, Di antara bintang-bintang yang meredup pelan. Kau adalah bayang yang selalu kupuja, Namun kini kau pergi, menyisakan luka, Seperti angin yang mencuri nyawa, Hilang tanpa jejak, tanpa suara. Cintaku padamu bak lautan tak bertepi, Tapi kau memilih tenggelam dalam arus lain, Meninggalkanku terombang-ambing sepi, Di samudra rindu yang tak pernah berakhir. Bagaimana bisa kutemui pagi tanpa senyummu, Saat embun masih menyimpan sisa air mataku? Bagaimana bisa kulewati hari tanpa bayangmu, Jika setiap detik adalah gemuruh rindu yang pilu? Aku berdiri...