Ilustrasi foto Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan Aku mencintaimu tanpa pernah mengatakannya. Bukan karena aku takut ditolak, melainkan karena aku terlalu takut kehilangan cara paling suci untuk menyebut namamu: dalam doa . Setiap sepertiga malam, ketika dunia menggulung dirinya dalam gelap dan suara-suara berhenti bernapas, aku bangun perlahan. Aku mengambil air wudu dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena hatiku selalu berdebar saat menyebut namamu dalam sujud. Kau tak pernah tahu. Dan aku berharap, kau tak perlu tahu. — Aku mengenalmu dari keheningan. Dari caramu menunduk terlalu lama setelah shalat. Dari caramu menolak bicara tentang cinta, seolah kata itu bisa mencederai imanmu sendiri. “Cinta itu ujian,” katamu suatu malam. “Ujian yang bagaimana?” tanyaku. “Yang paling berbahaya adalah cinta yang diucapkan, tapi tak siap dipertanggungjawabkan.” Aku diam. Karena aku memilih cinta yang tidak diucapkan sama sekali. Aku menyembunyikan namamu di antara tasbih d...
ilusi foto Puisi Romantis:Malam Yang Kelabu by pixabay.com Di bawah langit malam yang kelabu, Aku menanti, dalam diam yang pilu. Angin berbisik di antara bayang, Mengantar rindu yang tak pernah pulang. Bintang-bintang enggan bersinar, Menyisakan gelap yang semakin lebar. Seperti hatiku yang kian rapuh, Merindu cinta yang tak pernah utuh. Aku bertanya pada bulan, Mengapa cinta ini tak kunjung datang? Ia tersenyum dalam pudar cahayanya, Menyembunyikan rahasia di balik pesonanya. Malam yang dingin memeluk jiwaku, Namun hatiku tetap hangat menantimu. Dalam kesunyian yang panjang dan hampa, Aku berharap pada cinta yang tak bernyawa. Ada rindu yang tak terkatakan, Terbentang di antara angan dan kenyataan. Mungkin cinta tak pernah hadir, Namun hati ini tak mampu berakhir. Di balik kabut malam yang kelabu,...