Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label artikelromantis

“Ketukan di Jendela, Doa di Dua Langit”

Ilustrsi foto_“Ketukan di Jendela, Doa di Dua Langit”   Setiap malam, tepat pukul dua belas lewat tujuh menit, ada yang mengetuk jendela kamarku. Ketukan pelan, ritmis, seperti seseorang yang menghafal nada rahasia yang hanya dimengerti olehku—atau mungkin oleh hatiku. Dan anehnya, setiap kali ketukan itu terdengar, kau selalu hilang dari rumah. Aku duduk di ruang tamu malam itu, lampu sengaja kupadamkan agar suara-suara malam masuk tanpa filter. Kau berdiri di depan pintu, memakai jaket hitammu yang sudah usang, yang menurutmu membawa keberuntungan. “Aku keluar sebentar,” katamu. “Akan lama?” tanyaku. “Kau tahu jawabannya,” balasmu pelan. Aku menahannya. “Kau selalu pergi ketika jam menunjukkan angka yang sama. Kau selalu pergi ketika ketukan itu datang.” Kau menatapku lama. “Kau takut?” Aku menggeleng. “Aku rindu.” Kau tersenyum kecil—senyum yang dulu membuatku percaya bahwa cinta beda agama bisa diperjuangkan, bahwa dua keyakinan yang berbeda tetap bisa bertemu di satu ...

Cerita Pendek:Asap yang Mengiringi Langkah

  Ilusi gambar Cerita Pendek:Asap yang Mengiringi Langkah( https://pixabay.com/id/photos/rakyat-wanita-fotografi-merokok-2606165/ ) Langit Jakarta malam itu seperti kanvas hitam pekat, dihiasi kilatan lampu-lampu kendaraan yang berkelebat cepat di jalan raya. Suara klakson bersahut-sahutan, mengiringi hiruk-pikuk orang-orang yang terburu-buru kembali ke rumah. Namun, di sudut gang sempit yang gelap, ada seorang gadis muda yang menepi, memejamkan mata sejenak, menikmati sebatang rokok yang menggantung di antara bibir tipisnya. Asap yang membumbung ke udara malam itu seolah membawa sebagian kecil bebannya—walau hanya sesaat. Namanya Amira. Usianya baru saja menginjak 23 tahun, tetapi hidup telah memberinya lebih banyak beban daripada yang bisa dia bayangkan. Sejak di-PHK tiga bulan lalu, ia belum juga berhasil mendapatkan pekerjaan baru. Setiap harinya dipenuhi rasa cemas yang menghimpit dadanya. Dia telah mencoba melamar di puluhan tempat—kantor, toko, bahkan kafe kecil di ujun...

Cerita Pendek: Luka yang Terbuka

Ilusi foto Cerita Pendek: Luka yang Terbuka:https://pixabay.com/id/photos/cinta-pasangan-keluarga-kekasih-2055372/ Aku masih bisa merasakan kehangatan tubuhnya  tadi malam, saat dia berbaring di sebelahku, napasnya teratur, dan wajahnya terlihat begitu damai. Namun, kedamaian yang ada di wajahnya tidak sama dengan yang aku rasakan dalam hatiku. Sudah berbulan-bulan aku merasakan ada yang berubah. Cinta kami tak lagi hangat seperti dulu; ada sesuatu yang tak kasat mata, tapi tajam seperti duri yang menusuk perlahan-lahan. Namanya Hana. Wanita yang kucintai lebih dari diriku sendiri. Kami bersama hampir lima tahun, dan kupikir dia adalah segalanya bagiku. Tapi belakangan, ada jarak yang tak dapat kujelaskan. Percakapan kami semakin jarang, dan ketika dia bersamaku, matanya seperti menerawang ke dunia yang berbeda. Dia selalu mengatakan dia sibuk dengan pekerjaan, bertemu teman-teman, atau sekadar butuh waktu sendiri. Aku ingin percaya, sungguh. Tapi, ada dorongan kuat di dal...

Cerpen Romantis:Bayang Gelap di Balik Cinta

  Ilusi foto Cerpen Romantis:Bayang Gelap di Balik Cinta:https://pixabay.com/id/photos/hitam-warna-cairan-lebih-wajah-5273871/ Aku selalu percaya bahwa cinta adalah segalanya. Namun, pada malam itu, keyakinanku diuji oleh bayang-bayang kegelapan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Malam itu terasa berbeda. Udara dingin menggigit wajahku saat aku berjalan menyusuri jalan setapak menuju apartemen kami. Lampu jalan memancarkan cahaya kuning pucat, menciptakan bayangan panjang di trotoar. Hatiku dipenuhi kegelisahan yang sulit dijelaskan. Sesampainya di pintu, aku menatap nomor apartemen yang terpampang jelas di atasnya. Menghela napas panjang, aku mengetuk pintu dengan lembut. Tak lama kemudian, pintu terbuka oleh Maya, kekasihku yang cantik dan selalu penuh perhatian. “Hey, kamu kelihatan gelisah. Ada apa?” tanyanya sambil menyambutku dengan senyum manisnya. “Aku cuma butuh bicara, Maya. Bisakah kita duduk sebentar?” jawabku, mencoba menahan suara gemetar. Kami dudu...