Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Cerita Pendek:Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan

Ilustrasi foto Doa yang Tak Pernah Kita Ucapkan Aku mencintaimu tanpa pernah mengatakannya. Bukan karena aku takut ditolak, melainkan karena aku terlalu takut kehilangan cara paling suci untuk menyebut namamu: dalam doa . Setiap sepertiga malam, ketika dunia menggulung dirinya dalam gelap dan suara-suara berhenti bernapas, aku bangun perlahan. Aku mengambil air wudu dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena hatiku selalu berdebar saat menyebut namamu dalam sujud. Kau tak pernah tahu. Dan aku berharap, kau tak perlu tahu. — Aku mengenalmu dari keheningan. Dari caramu menunduk terlalu lama setelah shalat. Dari caramu menolak bicara tentang cinta, seolah kata itu bisa mencederai imanmu sendiri. “Cinta itu ujian,” katamu suatu malam. “Ujian yang bagaimana?” tanyaku. “Yang paling berbahaya adalah cinta yang diucapkan, tapi tak siap dipertanggungjawabkan.” Aku diam. Karena aku memilih cinta yang tidak diucapkan sama sekali.   Aku menyembunyikan namamu di antara tasbih d...

Cerita Pendek:Duri dalam Mawar

  Ilusi gambar Cerita Pendek:Duri dalam Mawar  https://pixabay.com/id/photos/pasangan-matahari-terbenam-6562725/ Hujan mengguyur lebat malam itu, membasahi jalan setapak menuju rumah tua di pinggir kota. Lampu jalan yang remang-remang memantulkan bayangan pohon yang melambai seperti sosok-sosok hantu. Di dalam rumah itu, tiga jiwa terjerat dalam cinta yang gelap. Amara duduk di sofa ruang tamu, menatap cangkir teh di tangannya yang dingin. Hatinya berdenyut oleh kecamuk rasa bersalah dan kebencian. Di seberangnya, Reza berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding, rokok terselip di antara jari-jarinya. “Amara,” kata Reza dengan suara rendah. “Kamu harus memilih. Aku atau dia.” Amara mendongak, matanya yang kelam bertemu dengan tatapan tajam Reza. “Ini tidak semudah itu, Reza. Aku mencintai kalian berdua. Tapi...” Suaranya pecah, tertahan oleh air mata yang menggantung di kelopak matanya. Pintu depan berderit terbuka, dan langkah berat terdengar dari koridor. Arya muncu...

Puisi cinta;Menanti Cinta di Malam Sunyi

Ilus foto puisi  Menanti Cinta di Malam Sunyi fiqi Andre Di bawah langit yang kelam tak berbintang, Aku duduk terdiam, berselimut bayang. Angin malam berbisik lembut, menyapa, Namun dinginnya lebih dalam dari luka. Jam berdetak, seperti menertawakan, Waktu yang berjalan tanpa kepastian. Aku menunggu, meski tahu samar, Langkahmu yang tak kunjung benar-benar datang. Ada rindu yang menggantung di udara, Mengisi ruang hati dengan cerita hampa. Cahaya bulan perlahan memudar, Namun bayang wajahmu tetap bersinar. Aku bertanya pada malam yang bisu, Apakah kau juga melihatku di waktu itu? Di sudut gelap kesepian ini, Aku hanyut dalam ilusi yang tak bertepi. Seperti ombak yang mengejar pantai, Hatiku berharap meski sering terabai. Adakah kau di sana, menatap langit yang sama, Atau hanya aku, tenggelam dalam nestapa? Daun gugur perlahan menyentuh bumi, Seperti rinduku, jatuh tanpa arti. Namun aku tetap menanti, di ujung malam, Meski yang kutemukan hanyalah sepi yang kelam. Cinta, akankah kau ...